8-17
Anthropic proyeksikan pendapatan 2028 sebesar $190 miliar–$200 miliar
Anthropic memproyeksikan pendapatan pada 2028 akan mencapai $190 miliar hingga $200 miliar, jauh di atas revenue run rate saat ini sekitar $47 miliar. Perusahaan menyebut revenue run rate-nya sekitar $9 miliar pada akhir 2025, lalu naik menjadi $47 miliar pada Mei 2026. Anthropic juga memperkirakan pendapatan sedikitnya $10.9 miliar pada kuartal II 2026. Perusahaan menargetkan laba operasional kuartalan pertamanya sebesar $559 juta.
8-17
8-14
Fujiyama catat laba bersih ₹57.8 crore pada kuartal Juni, alokasikan investasi ₹350 crore untuk pabrik sel surya
Fujiyama Power Systems melaporkan laba bersih standalone sebesar ₹57.8 crore pada kuartal Juni, turun 14.5% dari tahun sebelumnya, dengan pendapatan operasi naik menjadi ₹1,345.7 crore. Perusahaan juga menyebut normalised PAT pada Q1 FY27 mencapai ₹1,65.2 crore setelah mengecualikan pos luar biasa (pajak bersih) senilai ₹107.4 crore. Fujiyama menyatakan akan menginvestasikan sekitar ₹350 crore untuk membangun fasilitas manufaktur sel surya 1,200MW di Ratlam serta menargetkan commissioning kapasitas manufaktur baterai lithium-ion 2,000MW pada Q2 FY27.
8-14
8-11
Ather Energy dan Ola Electric menguat setelah pemerintah India memperpanjang skema PM EDRIVE hingga 31 Maret 2028
Pemerintah India memperpanjang insentif untuk motor listrik terdaftar dalam skema PM Electric Drive Revolution in Innovative Vehicle Enhancement (PM EDRIVE) hingga 31 Maret 2028. Dalam perubahan skema, insentif ditetapkan menjadi ₹2,500 per kWh dengan subsidi maksimal ₹5,000 per kendaraan, serta dialokasikan dana ₹2,767 crore. Setelah kabar tersebut, saham Ather Energy naik 4.5% ke ₹1,532 dan Ola Electric Mobility menguat lebih dari 1% ke ₹39.82.
8-11
8-11
IPO Shankesh Jewellers dibuka 18 Agustus, harga penawaran ditetapkan ₹8893 per saham
Pedagang grosir perhiasan asal Mumbai, Shankesh Jewellers, mengatakan IPO senilai ₹367 crore akan dibuka untuk pemesanan pada 18–20 Agustus. Rentang harga ditetapkan di ₹8893 per saham, dengan penawaran mencakup penerbitan baru hingga 2.95 crore saham dan Offer For Sale hingga 1 crore saham. Dana dari penerbitan baru akan digunakan untuk pelunasan atau pembayaran dipercepat atas pinjaman, kebutuhan modal kerja, serta keperluan korporasi umum. Saham direncanakan tercatat di BSE dan NSE pada 25 Agustus.
8-11
8-8
HSBC: 73% emiten India penuhi atau lampaui estimasi pada kuartal Juni (Q1FY27)
Laporan HSBC menunjukkan 73% perusahaan India yang merilis kinerja kuartal Juni (Q1FY27) memenuhi atau melampaui estimasi analis, mendekati batas atas kisaran historis sejak 2020 dan menandakan momentum laba tetap terjaga. Indikator ekonomi terbaru juga dinilai mendukung permintaan domestik, termasuk pertumbuhan kredit non-pangan yang meningkat menjadi 18,3% (yoy) pada Juni 2026 dari sekitar 10% pada akhir 2025, menurut HSBC Global Investment Research. Konsensus pasar memproyeksikan laba korporasi India tumbuh sekitar 14% pada 2026 dan 17% pada 2027, sementara HSBC menilai pertumbuhan akan terkonsentrasi pada sektor industri, konsumsi diskresioner, dan keuangan. Penjualan mobil penumpang juga disebut memantul tajam setelah sempat terkontraksi 5–10% pada pertengahan tahun lalu.
8-8
8-7
Laba bersih Godrej Consumer Products pada Q1 FY27 naik 11,5% menjadi ₹504.52 crore
Godrej Consumer Products merilis laporan keuangan kuartal I FY27 dengan laba bersih naik 11,5% secara tahunan menjadi ₹504.52 crore. Pendapatan dari operasi meningkat 18.31% menjadi ₹4,225.47 crore, didorong pertumbuhan volume 9% dan kinerja kuat di Afrika. EBITDA naik 14% dengan margin 19%, sementara total beban tercatat ₹3,585.24 crore. Perusahaan mencatat pertumbuhan yang luas di berbagai lini bisnis, dengan Afrika menjadi sorotan.
8-7
8-3
HPCL, BPCL, dan IOC catat rugi pada kuartal Juni usai laba kuartal Maret, dipicu lonjakan Brent ke $125 per barel
Tiga perusahaan pemasaran minyak milik negara India—HPCL, BPCL, dan IOC—membukukan rugi pada kuartal Juni setelah mencetak laba pada kuartal Maret, di tengah lonjakan harga Brent hingga $125 per barel menyusul konflik AS–Iran. HPCL mencatat rugi bersih kuartalan terbesar sebesar ₹11,526 crore. Meski pendapatan dari kilang membantu menahan tekanan—BPCL membukukan gross refining margin (GRM) tertinggi $41.4 per barel—kenaikan biaya minyak mentah tetap memangkas profitabilitas sektor hilir. Lonjakan tersebut mencerminkan naiknya premi risiko pasokan minyak global yang dipicu ketegangan geopolitik.
8-3
7-31
Laba bersih ITC Q1 turun 27% menjadi ₹3,579 crore meski pendapatan meningkat
ITC Ltd pada kuartal pertama yang berakhir 30 Juni 2026 membukukan penurunan laba bersih 27% menjadi 3579億 rupee India, sementara EBITDA turun 27,9% dan margin laba operasi menyempit ke 26,7%. Perusahaan menyebut tekanan kinerja dipicu lonjakan tajam harga minyak mentah akibat konflik di Asia Barat, gangguan rantai pasok, serta ketidakpastian produksi pertanian karena defisit monsun di India. Peristiwa tersebut disebut berkaitan langsung dengan pergerakan harga minyak mentah dan nilai tukar mata uang India.
7-31