2h yang lalu
Reli minyak dorong imbal hasil Treasury AS 2 tahun ke 4,33% dan tekan emas; emas berjangka MCX turun 1,45% ke Rs 1,43,561/10 gram
Pada 23 Juli, harga minyak mentah internasional naik ke level tertinggi enam pekan setelah AS melancarkan serangan baru terhadap Iran serta kelompok Houthi di Yaman, sementara Houthi menargetkan kapal tanker di Laut Merah. Kenaikan minyak memicu kembali kekhawatiran inflasi dan mendorong imbal hasil Treasury AS tenor dua tahun naik ke 4,33%, sehingga menekan permintaan emas sebagai aset aman. Emas berjangka di MCX India turun 1,45% menjadi 143561 rupee per 10 gram. Pelaku pasar menanti arahan dari rapat kebijakan Federal Reserve pada 29 Juli.
2h yang lalu
7-20
Sensex dan Nifty Dibuka Melemah saat Harga Minyak Melampaui $90 per Barel, Ketegangan Asia Barat Tekan Sentimen
Pada pagi 20 Juli, pasar saham India melemah tajam setelah harga minyak mentah internasional menembus $90 per barel di tengah meningkatnya ketegangan hubungan AS-Iran. BSE Sensex turun 0.72% dan NSE Nifty 50 merosot 0.59%. Saham bank dan keuangan memimpin pelemahan, dengan HDFC Bank dan Axis Bank masing-masing jatuh lebih dari 5%. Pergerakan ini menekan indeks acuan India serta aset yang sensitif terhadap kenaikan biaya energi.
7-20
7-10
IPO Alpine Texworld dibuka 14 Juli: kisaran harga Rs 100–105 dan rincian utama
Alpine Texworld akan membuka IPO pada 14 Juli dengan menerbitkan 12 juta saham baru untuk menghimpun Rs 126.25 crore, dengan kisaran harga Rs 100–105 per saham. Perusahaan bergerak di bisnis pencelupan, finishing, dan penenunan; pada FY26 pendapatan mencapai Rs 350.18 crore (naik 47%) dan laba bersih Rs 21.72 crore (naik 152%). Dana hasil IPO akan digunakan untuk membangun pabrik tenun baru, melunasi pinjaman, serta kebutuhan korporasi umum. IPO ini merupakan pendanaan bagi perusahaan tekstil India yang belum tercatat di bursa dan tidak terkait aset tradisional global yang sudah terdaftar.
7-10
6-20
NSE menilai EGR dapat menekan ketergantungan India pada impor emas dengan mengaktifkan stok 25.000 ton
National Stock Exchange (NSE) meluncurkan electronic gold receipts (EGRs) pada 18 Mei 2026 untuk mendorong perputaran sekitar 25.000 ton emas yang dimiliki pihak swasta di dalam negeri. Tagihan impor emas India mencapai $71.98 billion pada FY2025-26, tertinggi sepanjang masa dan melampaui 9% dari total impor barang. EGR memungkinkan investor menyimpan, memperdagangkan, dan menukar emas fisik dalam format elektronik sehingga meningkatkan “kecepatan perputaran” stok yang ada, menurut NSE. Skema ini dipandang sebagai reformasi struktural yang tidak mengubah total permintaan, namun dapat mengoptimalkan pola kebutuhan impor baru.
6-20
6-18
Sensex dan Nifty bergerak mendatar pada 18 Juni 2026 saat penurunan harga minyak menahan dampak sinyal kenaikan suku bunga The Fed
Pada 18 Juni 2026, indeks Sensex dan Nifty di India bergerak dalam rentang sempit. Pelaku pasar menimbang sinyal The Fed yang membuka peluang kenaikan suku bunga lebih lanjut, yang memicu kekhawatiran penguatan dolar dan arus keluar modal dari pasar berkembang. Di sisi lain, penurunan harga minyak memberi “oil price relief” yang membantu meredakan tekanan inflasi India dan ketidakseimbangan eksternal.
6-18