Kesulitan Penambangan Bitcoin Berpotensi Turun untuk Pertama Kalinya Secara Tahunan di Tengah Biaya yang Kian Naik

Ringkasan Pasar AI
Kesulitan penambangan Bitcoin sedang mengarah pada potensi penurunan tahunan pertama karena profitabilitas tertekan oleh kenaikan biaya produksi dan tingkat hash jaringan yang lebih rendah. Penghentian operasi penambang dan kendala daya terkait cuaca mendorong penurunan kesulitan otomatis, menandakan tekanan dan kemungkinan kapitulasi penambang (Puell Multiple rendah). Sementara mekanisme penyesuaian protokol mendukung stabilitas jaringan, tren ini menyoroti tekanan jangka pendek di seluruh sektor penambangan dan dinamika likuiditas terkait.
Level dampak
● Sedang
Aset terdampak
BTC/USDT-2.20%
Wawasan AI · BTC/USDTWawasan AI
● Netral
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
Kesulitan (difficulty) penambangan Bitcoin mengarah ke penurunan tahunan pertamanya, seiring tekanan profitabilitas yang mendorong penambang berbiaya tinggi menghentikan operasi secara permanen. Kenaikan biaya produksi, penurunan hash rate, serta gangguan cuaca menekan aktivitas penambangan, sementara mekanisme penyesuaian otomatis difficulty membantu menjaga stabilitas jaringan. Analis PlanB membagikan data yang menunjukkan difficulty jaringan turun dari 148,3 triliun pada akhir 2025 menjadi 126,2 triliun. Meski masih tersisa lima siklus penyesuaian hingga akhir tahun, angka terbaru dinilai mencerminkan tekanan finansial yang kian terasa di sektor penambangan. PlanB menekankan proyeksi ini belum final karena protokol Bitcoin menyesuaikan difficulty setiap 2.016 blok. Kenaikan harga Bitcoin atau bertambahnya kapasitas penambangan masih dapat mendorong difficulty kembali melampaui level penutupan tahun lalu. Meski begitu, arah pergerakan saat ini menjadi perubahan penting bagi jaringan yang selama ini hampir selalu mencatat kenaikan difficulty dari tahun ke tahun. Profitabilitas penambangan melemah karena harga Bitcoin berada di bawah rata-rata biaya produksi. Onchainmind memperkirakan biaya untuk menambang 1 BTC saat ini sekitar US$76.100, sementara Bitcoin diperdagangkan di kisaran US$65.000. Kondisi tersebut membuat banyak perusahaan penambangan beroperasi di bawah titik impas. Faktor cuaca turut menambah beban biaya. Superstorm Fern pada Februari dilaporkan mengganggu operasi penambangan di sejumlah wilayah. Suhu musim panas yang ekstrem di Texas juga mendorong operator mematikan mesin ASIC ketimbang menanggung lonjakan biaya listrik. Dampaknya, total hash rate jaringan Bitcoin turun hampir 20% dari puncak historisnya. Turunnya partisipasi memicu penurunan difficulty secara otomatis, sehingga penambang dengan biaya listrik lebih rendah bisa bersaing lebih efisien. Mekanisme penyesuaian bawaan Bitcoin juga berperan memulihkan profitabilitas ketika kompetisi jaringan melemah. Sejumlah perusahaan penambangan yang tercatat di bursa mulai mendiversifikasi model bisnis. Alih-alih bergantung sepenuhnya pada produksi Bitcoin, banyak yang menyewakan infrastruktur komputasi ke perusahaan kecerdasan buatan (AI). Strategi ini membuat saham-saham penambang relatif lebih bertahan meski pendapatan dari penambangan kripto melemah. Data onchain turut memperkuat perubahan lanskap ini. Indikator Puell Multiple turun ke persentil ke-17, level yang secara historis kerap bertepatan dengan fase "miner capitulation". Indikator tersebut membandingkan pendapatan penambang dengan rata-rata jangka panjang, dan sering mencerminkan keluarnya operator yang kurang efisien. Pola serupa pernah muncul pada periode koreksi besar Bitcoin. Ketika penambang berbiaya tinggi melepas perangkatnya, jaringan otomatis menurunkan difficulty bagi peserta yang tersisa. Operator yang lebih efisien kemudian berangsur kembali menikmati margin yang lebih sehat, sementara protokol tetap menjaga keamanan jaringan. Meski kondisi penambang sedang menantang, sistem penyesuaian Bitcoin dinilai berjalan sesuai desain: difficulty yang lebih rendah mengurangi kompetisi dan membantu menstabilkan operasi bagi pelaku dengan infrastruktur efisien, tanpa perlu intervensi eksternal. Difficulty masih berpeluang pulih sebelum siklus penyesuaian yang tersisa berakhir tahun ini, tetapi PlanB menilai data jaringan saat ini mengarah pada penurunan tahunan pertama dalam sejarah Bitcoin. Catatan: Konten sumber juga memuat bagian "Also Read" serta keterangan "The post ... appeared first on 36Crypto".