The Fed Tahan Suku Bunga di 3,50%–3,75% Meski Voting Terbelah 9–3, Peluang Kenaikan September Naik
Ringkasan Pasar AI
The Fed menahan suku bunga di 3,50%–3,75%, tetapi perbedaan pendapat yang jarang terjadi 9–3 yang mendukung kenaikan 25 bp menandakan tekanan hawkish yang lebih kuat dan meningkatkan probabilitas yang dipersepsikan untuk kenaikan pada September (CME ~62%). Hal itu menjaga kondisi keuangan tetap ketat dan meningkatkan sensitivitas pada aset berdurasi dan aset berisiko. Bitcoin sempat mengalami pantulan bantuan singkat, tetapi arus keluar spot BTC ETF yang berkelanjutan (~$527m selama empat hari) menegaskan rapuhnya permintaan institusional.
Level dampak
● Tinggi
Aset terdampak
BTC/USDT+0.48%
Wawasan AI · BTC/USDTWawasan AI
▼ Bearish
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
Federal Reserve mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 3,50%–3,75% pada 29 Juli. Meski begitu, tiga pejabat mendorong kenaikan 25 basis poin—menjadi pertama kalinya sejak 2016 ada tiga pembuat kebijakan yang menentang keputusan The Fed ke arah yang sama. Perpecahan suara ini ikut mendorong peluang kenaikan suku bunga pada September menjadi 62%, menjaga tekanan pada Bitcoin dan aset berisiko lainnya.
Dalam rapatnya, Federal Open Market Committee (FOMC) memilih 9–3 untuk menahan suku bunga, menegaskan pendekatan menunggu sinyal yang lebih jelas bahwa inflasi bergerak menuju target 2%. Presiden Fed Cleveland Beth Hammack, Presiden Fed Minneapolis Neel Kashkari, dan Presiden Fed Dallas Lorie Logan memberi suara berbeda dengan mendukung kenaikan 25 basis poin. Ketiganya dikenal konsisten menyatakan inflasi masih terlalu tinggi.
Pernyataan The Fed menyebut aktivitas ekonomi masih meningkat pada laju yang "solid", pertumbuhan lapangan kerja sejalan dengan pertumbuhan angkatan kerja, dan tingkat pengangguran relatif tidak banyak berubah. Kepala strategi suku bunga AS di BMO Capital Markets, Ian Lyngen, menilai situasi ini sebagai "komite dengan para hawk yang vokal".
Ketua The Fed Kevin Warsh juga belum memberi petunjuk jelas soal langkah berikutnya, menegaskan keputusan kebijakan akan bergantung pada data ekonomi yang masuk. Pernyataan terbaru kembali menekankan fokus pada "stabilitas harga", sementara inflasi tetap menjadi perhatian di tengah dampak tarif dan kenaikan harga energi. Menanggapi lonjakan imbal hasil obligasi, Warsh mengatakan, "Kami mengamati kenaikan yield dan berupaya tidak ikut campur." Ia menambahkan pasar Treasury tampak memberi sinyal yang serupa, seraya menyebut bahwa meski The Fed "tidak banyak melakukan" dalam 42 hari terakhir, pergerakan pasar "cukup besar".
Mengacu pada CME FedWatch Tool, peluang kenaikan suku bunga 25 basis poin pada pertemuan September kini berada di 62%, membuat rapat berikutnya menjadi sorotan utama pasar.
Di pasar kripto, Bitcoin sempat merespons positif keputusan The Fed dengan naik sekitar 1,25% ke hampir US$64.400 setelah pengumuman. Ethereum juga bergerak naik tipis, diperdagangkan di sekitar US$1.911. Meski begitu, tekanan dari arus institusional masih terasa. ETF spot Bitcoin mencatat empat hari beruntun arus keluar bersih dengan total US$527 juta, termasuk sekitar US$49,75 juta pada 29 Juli. Ini menunjukkan keputusan The Fed memberi jeda singkat, tetapi minat investor terhadap aset berisiko belum pulih sepenuhnya.