Data TIC bulan Juni menunjukkan investor asing beralih ke saham AS sambil menjual US$29 miliar Treasury bills jangka pendek, yang menandakan melemahnya permintaan marjinal luar negeri terhadap utang pemerintah mirip kas. Tulisan tersebut menyoroti penerbit stablecoin (terutama USDT dan USDC) sebagai basis pembeli T-bills yang sedang muncul dan didorong oleh cadangan, yang diperkuat oleh langkah regulasi AS, tetapi mencatat pertumbuhan pasokan stablecoin baru-baru ini terlalu kecil untuk menjelaskan aksi jual tersebut.
Level dampak
● Sedang
Aset terdampak
NCSKTLT2USD/USDT+0.11%
Wawasan AI · NCSKTLT2USD/USDTWawasan AI
● Netral
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
Pada Juni, investor asing secara bersih menambah penempatan dana sebesar US$133,5 miliar ke pasar keuangan Amerika Serikat. Pada saat yang sama, mereka justru memangkas kepemilikan surat utang pemerintah AS jangka pendek (Treasury bills/T-bills) senilai US$29 miliar. Dua set data pada bulan yang sama menunjukkan arah arus modal yang berlawanan: dana mengalir deras ke saham AS, sementara minat pada utang pemerintah melemah, terutama di tenor pendek.
Berdasarkan data, investor asing membeli saham AS sebesar US$181,4 miliar dan hanya membeli US$6,8 miliar Treasury jangka panjang. Di sisi lain, mereka menurunkan posisi pada T-bills—instrumen yang kerap dipakai sebagai "penampung kas". Perbedaan ini ikut menjelaskan mengapa stablecoin mulai dipandang relevan dalam strategi pengelolaan utang pemerintah AS: penerbit stablecoin seperti Tether dan Circle menempatkan mayoritas aset cadangan untuk menopang nilai token pada Treasury jangka pendek dan instrumen sejenis.
Jika investor asing terus mengurangi kepemilikan Treasury, sektor stablecoin yang tumbuh cepat berpotensi menjadi sumber permintaan alternatif yang skalanya dapat menyaingi arus modal asing. Meski data Juni menunjukkan industri stablecoin sudah cukup besar, volume penerbitan token belakangan relatif kecil dan belum memadai untuk "menyerap" tekanan jual US$29 miliar tersebut.
TIC: arus masuk headline menutupi keputusan investasi yang berbeda
Laporan International Capital Report (TIC) dari Departemen Keuangan AS mencatat arus modal bulanan antara AS dan dunia, mencakup transaksi sekuritas serta arus bank jangka pendek. Karena itu, angka headline sering menyamarkan keputusan investasi yang sangat berbeda di bawah permukaan.
Dalam ringkasan perilaku dana investor luar negeri pada Juni, angka pembelian saham US$181,4 miliar lebih besar daripada arus masuk bersih US$133,5 miliar karena total tersebut merupakan hasil saling hapus antara arus masuk dan keluar. Penjualan Treasury serta arus keluar US$34,4 miliar melalui neraca bank mengimbangi sebagian dana untuk membeli saham; di saat yang sama, penduduk AS juga menempatkan dana ke luar negeri lewat pembelian sekuritas asing. Intinya tetap jelas: investor asing masih menambah eksposur ke aset AS, dengan preferensi kuat pada ekuitas korporasi, tetapi minat pada utang pemerintah rendah dan mereka menarik dana dari instrumen utang jangka pendek.
T-bills adalah surat utang pemerintah AS dengan jatuh tempo satu tahun atau kurang. Karena cepat kembali ke pokok dan sangat likuid, T-bills kerap diperlakukan sebagai substitusi kas dan banyak dipegang bank sentral, korporasi, money market fund, serta penerbit stablecoin.
Kepemilikan institusi asing atas Treasury AS jangka pendek turun dari sekitar US$1,43 triliun pada Mei menjadi US$1,40 triliun pada Juni, setara penurunan kira-kira 2% dari posisi Mei. Ini menjadi bulan kedua berturut-turut terjadi aksi jual: investor asing melepas US$43,5 miliar pada Mei dan US$29 miliar pada Juni, total sekitar US$72,5 miliar dalam dua bulan. Data yang tersedia tidak bisa memastikan motif penjualan—bisa sekadar manajemen kas rutin atau realokasi ke kelas aset lain. Interpretasi tabel data per negara juga perlu hati-hati karena pencatatan berbasis lembaga kustodian dapat mengaburkan kewarganegaraan pemilik akhir.
Bagaimana stablecoin mengubah dolar menjadi permintaan T-bills
Mekanismenya sederhana: pengguna membayar US$1 kepada penerbit dan menerima 1 stablecoin dolar AS. Penerbit berkewajiban menebus kembali 1 stablecoin tersebut dengan US$1, sehingga cadangan ditempatkan pada aset yang cepat dicairkan. T-bills cocok untuk kebutuhan ini karena hanya sedikit aset lain yang bisa dikonversi menjadi kas seefisien dan secepat T-bills. Saat penerbit membeli Treasury, permintaan "dolar digital" dari pengguna berubah menjadi permintaan tidak langsung atas utang pemerintah AS. Pengguna tidak perlu memiliki akun sekuritas atau akses ke platform investasi Treasury; perusahaan stablecoin mengelola investasi cadangan di belakang layar.
Model operasional ini dipertegas melalui GENIUS Act yang mewajibkan stablecoin pembayaran yang diregulasi untuk memegang cadangan sangat likuid. Usulan aturan dari Departemen Keuangan AS pada 17 Agustus memperinci kerangka regulasi federal dengan menetapkan kas, Treasury AS jangka pendek, serta repo terkait sebagai aset cadangan yang diprioritaskan. CryptoSlate sebelumnya menilai rancangan tersebut membangun jalur regulasi federal untuk token denominasi dolar, sementara desain aset cadangan dan kriteria kelayakan diserahkan pada otoritas pengawas.
Skala penerbit: Tether dan Circle
Besaran Tether mencerminkan ukuran penerbit terbesar. Laporan attestation kuartal II menunjukkan Tether memegang langsung T-bills sebesar US$114,96 miliar, ditambah US$25,62 miliar pada repo overnight dan term. Tekanan jual US$29 miliar dari investor asing pada Juni setara sekitar seperempat dari kepemilikan T-bills langsung Tether. Perbandingan ini hanya untuk konteks skala; data TIC tidak membuktikan obligasi yang dijual institusi luar negeri dibeli langsung oleh Tether atau penerbit lain.
Circle, penerbit USDC, memakai pendekatan cadangan serupa. Dokumen pengungkapan cadangan menunjukkan mayoritas cadangan USDC ditempatkan pada Circle Reserve Fund yang dikelola BlackRock, berupa government money market fund yang dapat memegang kas, T-bills, dan repo Treasury AS overnight. Meski struktur cadangan berbeda, keduanya sama-sama mengonversi permintaan pasar atas dolar digital menjadi permintaan atas aset ekuivalen kas AS.
Harapan tinggi, tetapi penerbitan token belum menutup gap
Mudah dipahami mengapa pemerintah AS menaruh harapan pada stablecoin. Pengguna di luar negeri dapat memegang dan memindahkan stablecoin dolar tanpa membeli Treasury secara langsung, sementara penerbit menempatkan cadangan pada Treasury atau pasar repo. Dolar menjangkau pengguna global, sementara permintaan dari cadangan mengalir kembali ke sistem keuangan AS.
Efek ini baru menciptakan pembelian Treasury tambahan ketika suplai stablecoin beredar meningkat atau ketika penerbit menyeimbangkan ulang portofolio dengan menukar aset lain. Pada akhir kuartal II, suplai beredar USDT milik Tether mencapai US$184,6 miliar, naik hanya sekitar US$446 juta dibanding akhir kuartal I. Data DefiLlama menunjukkan per 21 Agustus, total kapitalisasi pasar seluruh stablecoin sekitar US$302,1 miliar, turun tipis 0,14% dalam 30 hari terakhir. Angka-angka ini melemahkan kesimpulan sederhana bahwa penerbitan token baru telah menyerap tekanan jual Treasury US$29 miliar; yang lebih mungkin, penerbit hanya mengatur ulang cadangan yang sudah ada. Data publik juga tidak menunjukkan investor asing menjual obligasi secara langsung kepada penerbit stablecoin.
Mekanisme ini juga bisa berbalik arah: ketika banyak pengguna menebus stablecoin, penerbit dapat membutuhkan likuiditas dengan menjual Treasury atau menunggu obligasi jatuh tempo. Stablecoin dapat menjadi pembeli besar Treasury AS, tetapi perilaku belinya tetap siklikal.
Fokus pemantauan berikutnya
Laporan TIC berikutnya akan dirilis pada 16 September dan memuat data Juli. Dua indikator yang patut diawasi: kepemilikan institusi asing atas Treasury AS jangka pendek dan total suplai stablecoin beredar. Jika kepemilikan asing turun untuk bulan ketiga berturut-turut sementara suplai stablecoin datar, kekosongan permintaan Treasury akan bertahan. Jika suplai stablecoin naik disertai peningkatan kepemilikan Treasury yang diungkap penerbit, itu menandakan kelas pembeli baru ini makin agresif masuk. Karena model pencatatan berbasis kustodian, penyelarasan kedua dataset tetap sulit dilakukan secara presisi.
Kesimpulannya, pada Juni investor asing masih menambah alokasi ke aset AS, dengan arus besar ke ekuitas dan penurunan posisi pada surat utang pemerintah jangka pendek yang bersifat "cash-like". Penerbit stablecoin, yang memegang puluhan miliar dolar dalam Treasury AS, sudah menjadi pihak yang tidak bisa diabaikan dalam permintaan Treasury. Pertumbuhan Tether pada kuartal II saja belum cukup untuk menjelaskan aksi jual besar pada Juni. Di pasar Treasury jangka pendek, saat permintaan luar negeri melemah, AS sedang membangun kerangka regulasi untuk kelas pembeli potensial baru—dan kaitan antara dolar digital dan pembiayaan pemerintah AS menjadi inti mengapa penjualan T-bills US$29 miliar ini penting.