CLARITY Act Belah Wall Street: CEO Goldman Sachs David Solomon Dukung, Jamie Dimon Menentang

Ringkasan Pasar AI
Dukungan terbuka Solomon dari Goldman terhadap revisi Undang-Undang CLARITY memecah resistensi industri perbankan yang secara historis bersatu terhadap kerangka struktur pasar kripto AS berbasis undang-undang, yang berpotensi meningkatkan momentum legislasi RUU tersebut menjelang masa reses Agustus. Namun, penolakan dari bank-bank besar dan sebuah blok Senator Demokrat terkait etika, penegakan, dan perlindungan konsumen meningkatkan ketidakpastian prosedural. Dalam jangka dekat, berita ini meningkatkan dispersi yang didorong kebijakan dan sensitivitas terhadap tajuk berita di seluruh pasar aset digital.
Level dampak
● Sedang
Aset terdampak
BTC/USDT+0.26%
Wawasan AI · BTC/USDTWawasan AI
● Netral
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
CEO Goldman Sachs David Solomon menyatakan dukungan terbuka terhadap revisi Digital Asset Market Clarity Act atau CLARITY Act dalam wawancara dengan Politico yang terbit 26 Juli. Sikap ini menyimpang dari garis besar lobi perbankan dan langsung memicu reaksi dari tujuh senator Demokrat yang menilai draf terbaru sebagai teks "milik Partai Republik" yang belum memadai dari sisi etika dan perlindungan konsumen. Langkah Solomon dipandang sebagai retakan pertama dalam oposisi yang selama ini relatif solid di kalangan eksekutif bank global terhadap kerangka undang-undang struktur pasar kripto, dengan implikasi langsung terhadap peluang legislasi sebelum reses Agustus. Dalam pernyataannya kepada Politico, Solomon mengatakan ia "sangat mendukung" agar CLARITY Act dilanjutkan meski mengakui rancangan itu belum sempurna. Ia menekankan manfaat utama RUU tersebut, yakni menciptakan "level playing field" untuk meningkatkan stabilitas pasar serta memberi ruang bagi pasar aset digital berkembang secara tertata. Menurutnya, mendorong RUU ini maju penting agar struktur pasar dapat dibangun dan proses inovasi bisa berjalan. Posisi ini berseberangan dengan CEO JPMorgan Jamie Dimon. Dalam wawancara dengan Fox Business pada Mei, Dimon memperingatkan RUU itu berpotensi memungkinkan perusahaan kripto secara efektif membayar bunga atas simpanan tanpa perlindungan regulasi setara yang berlaku bagi bank. Ia mengatakan tidak ingin terlibat, dan memperkirakan kebijakan tersebut pada akhirnya akan meledak. Sejumlah asosiasi perdagangan perbankan juga menegaskan penolakan pada Rabu, menilai draf terbaru tetap membahayakan penyaluran kredit lokal melalui cara RUU memperlakukan program "crypto rewards". Perbedaan sikap ini ikut menyorot perbedaan model bisnis. Goldman dinilai lebih menempatkan diri sebagai peserta institusional di aset digital, bukan bank yang mengandalkan dana simpanan ritel. Dua arketipe ini menghadapi eksposur persaingan yang berbeda bila rezim pengawasan aset digital berpusat pada CFTC. Di Senat, garis penolakan dari Demokrat semakin tegas. Tujuh senator Demokrat—Angela Alsobrooks, Cory Booker, Catherine Cortez Masto, Ruben Gallego, John Hickenlooper, Mark Warner, dan Raphael Warnock—mengeluarkan pernyataan bersama pada Rabu yang menyebut revisi naskah masih lemah pada aspek etika, perlindungan konsumen, pendanaan ilegal, konflik kepentingan, dan integritas pasar, menurut Politico. Booker menyebut draf tersebut sebagai teks Partai Republik dan menilai satu-satunya jalur yang layak adalah kesepakatan bipartisan. Senator Elizabeth Warren meningkatkan tekanan lewat X dengan menyatakan RUU itu "dead on arrival" dan berargumen rancangan tersebut tidak mencegah Presiden Donald Trump meraup keuntungan lebih lanjut dari kripto. Demokrat juga mendorong agar jaksa agung negara bagian—bukan hanya Department of Justice—memiliki kewenangan penegakan atas ketentuan etika, tuntutan yang belum diakomodasi draf saat ini. Variabel kunci disebut berada pada Senator Kirsten Gillibrand (D-NY), negosiator penting yang tidak ikut menandatangani pernyataan bersama Demokrat. Hal ini masih membuka peluang, setidaknya secara prosedural, untuk dukungan lintas partai seperti yang dinilai Booker diperlukan. Senator Cynthia Lummis menolak kritik Demokrat, menyatakan RUU tersebut sah dan bahwa Trump telah menyepakati standar etika yang melarang semua pejabat federal, termasuk dirinya, dari aktivitas kripto tertentu.