Kalshi Kejar Restu CFTC untuk Perpetual Futures Emas, Setelah Volume Perdagangan Kripto Tembus US$16,1 Miliar

Ringkasan Pasar AI
Kalshi sedang dalam pembicaraan lanjutan dengan CFTC untuk mencatat kontrak berjangka perpetuitas emas yang diatur di AS serta kontrak berjangka perpetuitas komoditas/valas lainnya, memperluas produk perpetuitas yang sebelumnya hanya kripto yang telah mencapai volume $16.1B sejak 29 Mei. Persetujuan dapat memperluas akses ritel dan institusional terhadap eksposur berleverage tanpa tanggal kedaluwarsa dibandingkan kontrak berjangka CME tradisional atau ETF tanpa leverage, tetapi gugatan hukum CME yang sedang berlangsung terhadap persetujuan CFTC menciptakan hambatan regulasi yang material serta ketidakpastian waktu.
Level dampak
● Sedang
Aset terdampak
NCCOGOLD2USD/USDT+1.92%
Wawasan AI · NCCOGOLD2USD/USDTWawasan AI
● Netral
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
Kalshi, platform pasar prediksi yang berada di bawah regulasi Commodity Futures Trading Commission (CFTC), mulai merambah komoditas tradisional. Perusahaan itu disebut tengah melakukan pembicaraan lanjutan dengan CFTC untuk meluncurkan kontrak perpetual futures pada emas, logam, valuta asing, serta produk energi. Jika disetujui, langkah ini akan menjadi perluasan besar dari perpetual futures khusus kripto yang diluncurkan Kalshi pada 29 Mei 2026. Sejak peluncuran akhir Mei hingga 9 Juli 2026, Kalshi membukukan volume perdagangan perpetual futures sebesar US$16,1 miliar. Sekitar US$5,5 miliar di antaranya terjadi hanya dalam dua minggu pertama setelah peluncuran. Perpetual futures adalah kontrak tanpa tanggal jatuh tempo. Trader dapat mempertahankan posisi berleverage tanpa batas waktu, dengan mekanisme funding rate yang dibayarkan atau diterima agar harga kontrak tetap selaras dengan aset acuannya. Saat ini Kalshi menawarkan 11 kontrak perpetual futures dan semuanya berfokus pada aset kripto. Chief Risk Officer Kalshi, Udesh Jha, menilai emas menarik karena relatif ramah bagi investor ritel dan selaras dengan strategi pasar Kalshi yang lebih luas. Ia juga menyebut adanya sinyal permintaan yang kuat dari peserta ritel maupun institusional. Satu catatan penting: jika Kalshi memperluas perpetual ke kelas aset lain, perdagangan kemungkinan besar akan mengikuti jam pasar reguler, bukan 24/7 seperti perpetual kripto. Di sisi lain, CME Group telah mengajukan gugatan yang menantang persetujuan CFTC atas produk-produk Kalshi. Jika CME menang, gugatan itu berpotensi memperlambat atau menghentikan rencana ekspansi Kalshi. Putusan perkara ini juga akan menjadi indikator apakah CFTC memandang perpetual futures sebagai kategori produk yang sah dan dapat diregulasi. Bagi trader ritel, perpetual emas dari Kalshi bisa menjadi cara untuk mengambil posisi berleverage pada emas tanpa jatuh tempo melalui platform yang diregulasi di AS. Kontrak futures emas tradisional di CME umumnya menuntut modal besar dan menimbulkan biaya rollover, sementara ETF emas seperti GLD tidak menyediakan leverage. Waktu persetujuan masih belum jelas, dan proses litigasi dengan CME menambah faktor ketidakpastian. Kalshi sudah mencatat volume US$16,1 miliar sejak peluncuran. Pertanyaan utamanya kini: apakah CFTC akan menyetujui bahwa perpetual futures layak masuk ke pasar komoditas.