Kontrak Berjangka Perpetual Kripto Teregulasi Masuk Pasar AS, Perbankan Masih Berhati-hati
Ringkasan Pasar AI
Persetujuan kliring CFTC untuk kontrak berjangka perpetual AS teregulasi milik Kalshi dan Coinbase merupakan katalis struktural positif bagi akses pasar kripto dan dapat menarik likuiditas derivatif kembali ke dalam negeri jika dukungan kliring dan margining dapat meningkat skalanya. Volume awal yang tinggi dengan cepat mengindikasikan adanya permintaan, tetapi keterlibatan bank yang masih berhati-hati dan tantangan CME terhadap perlakuan CFTC atas kontrak perpetual bitcoin menambah ketidakpastian regulasi yang dapat membatasi kedalaman market-making institusional dalam jangka pendek.
Level dampak
● Tinggi
Aset terdampak
BTC/USDT+0.35%
Wawasan AI · BTC/USDTWawasan AI
▲ Bullish
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
Poin utama
Kontrak berjangka perpetual mulai merambah pasar AS yang teregulasi, setelah bertahun-tahun menjadi produk perdagangan kripto populer di luar Amerika Serikat. Produk perpetual milik Kalshi mencatat volume transaksi melampaui US$1 miliar hanya dalam sepekan sejak peluncuran pada Juni. Bank of America memperkirakan volume tahunan pasar perpetual berada di kisaran US$90 triliun.
Persetujuan regulator dan langkah pemain pasar
Pada 29 Mei, Commodity Futures Trading Commission (CFTC) memberi lampu hijau kepada Kalshi untuk menawarkan kontrak tersebut. Coinbase juga memperoleh persetujuan untuk mencatatkan kontrak berjangka perpetual teregulasi di AS. Sejumlah sumber yang mengetahui pembahasan menyebut sebagian besar institusi keuangan besar masih menelaah produk ini, belum menyiapkan peluncuran besar-besaran.
Kontroversi regulasi
CME menggugat cara CFTC memperlakukan kontrak perpetual bitcoin milik Kalshi. CME menilai kontrak itu seharusnya berada di rezim pengawasan yang berbeda.
Mengapa ini penting
Jika aturan dan sistem kliring mampu mengakomodasi partisipasi institusional, pasar perpetual teregulasi berpotensi menarik likuiditas derivatif kripto kembali ke dalam negeri (onshore) dari venue luar negeri.
Sentimen pasar
Cenderung bullish namun tetap berhati-hati, digerakkan oleh regulasi. Persetujuan di AS untuk Kalshi dan Coinbase memperluas akses pasar, tetapi bank belum menjadi penggerak utama adopsi.
Pembanding historis
Pada Desember 2017, CME melakukan self-certification untuk peluncuran kontrak berjangka Bitcoin pada 18 Desember dengan margin awal 35%, yang membawa derivatif Bitcoin ke venue berjangka AS yang teregulasi (CME Group). Perbedaannya, kontrak berjangka standar memiliki tanggal jatuh tempo, sedangkan perpetual menggunakan mekanisme pembayaran pendanaan (funding) dan dapat diperdagangkan secara berkelanjutan.
Dampak lanjutan
Saluran utama ada pada akses pasar: kontrak perpetual teregulasi dapat mengalihkan aktivitas derivatif yang selama ini berlangsung di luar negeri ke venue AS bila likuiditasnya cukup dalam. Saluran kedua adalah lindung nilai: kontrak berkelanjutan dapat menekan risiko akhir pekan bagi pelaku pasar yang tidak dapat menyesuaikan posisi pada kontrak berjangka tradisional saat pasar tersebut tutup. Jika bursa memperluas penawaran ke komoditas atau ekuitas, keputusan terkait margin dan registrasi akan berpengaruh pada apakah bank memilih menyediakan likuiditas atau tetap bersikap hati-hati.
Peluang dan risiko
Peluang: Jika volume terus meningkat dan perlakuan regulasi makin jelas, partisipasi melalui venue teregulasi dapat menjadi sinyal masuk bagi trader yang menggunakan derivatif.
Risiko: Jika sengketa hukum berujung pada perlakuan yang lebih ketat terhadap perpetual bitcoin, mengurangi ketergantungan pada likuiditas awal kontrak perpetual dapat membantu membatasi risiko eksekusi.