Kashkari: The Fed Bisa Naikkan Suku Bunga Lagi Jika Inflasi Tak Melandai
Presiden Federal Reserve Minneapolis Neel Kashkari menyatakan The Fed mungkin perlu kembali menaikkan suku bunga apabila inflasi tidak menunjukkan perbaikan. Pernyataan ini menegaskan perdebatan internal di bank sentral AS terkait apakah tingkat inflasi saat ini masih menuntut pengetatan lanjutan.
Komentar Kashkari muncul setelah Federal Open Market Committee (FOMC) memutuskan mempertahankan target kisaran federal funds rate di 3,50%–3,75%. Pada pertemuan sebelumnya, Kashkari sempat berbeda pendapat dan mendukung kenaikan 25 basis poin.
Poin utama:
- Sinyal Kashkari mengindikasikan kekhawatiran terhadap inflasi masih kuat di internal The Fed dan opsi kenaikan suku bunga tetap terbuka.
- Setelah pernyataan tersebut, dukungan pasar terhadap skenario jeda kenaikan suku bunga terlihat melemah, mencerminkan ketidakpastian arah kebijakan berikutnya.
- Peluang skenario "pause-cut-pause" pada pertemuan-pertemuan mendatang dinilai menurun berdasarkan tren pricing pasar saat ini.
Yang perlu dipantau:
Pertemuan-pertemuan The Fed berikutnya akan menentukan arah suku bunga. Pelaku pasar akan mencermati indikator inflasi seperti Consumer Price Index (CPI) dan Personal Consumption Expenditures (PCE) yang dapat memengaruhi keputusan kenaikan suku bunga. Pernyataan publik dari pejabat kunci The Fed, termasuk Ketua Kevin Warsh atau anggota FOMC lain, yang mendukung atau menantang pandangan Kashkari, juga akan menjadi fokus.
Rapat FOMC berikutnya pada September akan menjadi penentu apakah The Fed memilih menaikkan suku bunga atau mempertahankan kebijakan saat ini.
Dapatkan analisis pasar prediksi secara live, didukung oleh Vera. Daftar untuk Vera.