SEC dan CFTC Teken Kesepakatan Koordinasi untuk Memodernisasi Aturan Pasar Onchain
Ringkasan Pasar AI
Ketua SEC Paul Atkins menguraikan Project Crypto untuk memodernisasi aturan AS bagi aset digital dan pasar onchain, serta mengonfirmasi memorandum koordinasi SEC-CFTC untuk menyelaraskan definisi dan mengurangi kesenjangan pengawasan. Kejelasan regulasi yang lebih besar dan pengawasan terpadu dapat menurunkan ketidakpastian kepatuhan bagi penerbit token dan venue perdagangan, sehingga meningkatkan kepercayaan terhadap struktur pasar. Reformasi peninjauan IPO yang terpisah dapat sedikit mendukung selera risiko, tetapi dampak utamanya adalah pengurangan risiko terkait regulasi kripto.
Level dampak
● Tinggi
Aset terdampak
BTC/USDT+1.14%
Wawasan AI · BTC/USDTWawasan AI
▲ Bullish
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
Ketua SEC Paul S. Atkins mengatakan Project Crypto ditujukan untuk memodernisasi aturan aset digital dan pasar onchain. Dalam pidatonya di New York pada 30 Juni 2026, Atkins menyebut SEC dan Commodity Futures Trading Commission (CFTC) telah menandatangani kesepakatan guna memperkuat koordinasi pengawasan dan menutup celah regulasi. Ia juga memaparkan reformasi IPO yang dirancang untuk mempermudah proses pencatatan saham bagi perusahaan yang sedang bertumbuh.
Berbicara di The Economic Club of New York, Atkins menyampaikan bahwa SEC selama setahun terakhir memperbarui kerangka regulasi aset digital. Langkah ini, menurutnya, sejalan dengan agenda kripto Presiden Donald Trump untuk menjadikan Amerika Serikat sebagai "crypto capital of the world".
Atkins menjelaskan, Project Crypto berfokus pada pembaruan aturan SEC agar sesuai dengan pergeseran aktivitas pasar ke infrastruktur onchain. SEC juga disebut telah menerbitkan panduan yang memungkinkan penerbit aset digital menilai lebih dulu apakah suatu token masuk dalam cakupan hukum sekuritas sebelum mengambil langkah lanjutan. Atkins menekankan kepastian regulasi sebagai prasyarat agar pasar dapat beroperasi dengan konsisten; standar yang jelas, katanya, bukan bentuk privilese bagi industri, melainkan kebutuhan untuk pengawasan yang seragam.
Terkait kerja sama antarlembaga, Atkins menyatakan SEC dan CFTC telah menandatangani memorandum of understanding (MoU). Ia menyebut MoU itu sebagai kerangka untuk menyelaraskan definisi-definisi penting di antara kedua regulator, memperlancar koordinasi, serta menggantikan apa yang ia sebut sebagai "regulatory gap" dengan kerangka yang mendukung inovasi. Menurutnya, kejelasan aturan tetap menjadi inti pendekatan SEC saat ini dan terhubung langsung dengan Project Crypto serta agenda modernisasi regulasi yang lebih luas.
Atkins juga menyoroti reformasi terkait penawaran umum perdana. Ia mengatakan SEC mulai menyingkirkan hambatan yang selama ini membuat perusahaan enggan melantai di bursa. Kini, SEC menggunakan prinsip materiality sebagai pedoman utama dalam meninjau persyaratan pasar publik. Perubahan tersebut, kata Atkins, ditujukan agar status sebagai perusahaan terbuka menjadi target yang realistis bagi bisnis yang sedang berkembang, bukan sekadar opsi terakhir.