SEC Ajukan Aturan Baru soal Kustodian dan Pengawasan Aset Kripto
Ringkasan Pasar AI
Kerangka kustodian yang diusulkan SEC akan memperjelas pencatatan, pengungkapan, dan pengawasan bagi penasihat dan dana yang menyimpan kripto, sekaligus memungkinkan swapenitipan terbatas dan penggunaan perusahaan trust yang diotorisasi oleh negara bagian. Hal ini mengurangi ketidakpastian seputar pengaturan kustodian yang patuh dan mengatasi hambatan dalam mengamankan kustodian pihak ketiga untuk aset-aset yang lebih baru. Periode konsultasi 60 hari menetapkan tajuk regulasi dalam jangka dekat yang dapat memengaruhi partisipasi institusional dan penilaian risiko operasional di seluruh pasar kripto.
Level dampak
● Tinggi
Aset terdampak
BTC/USDT+0.99%
Wawasan AI · BTC/USDTWawasan AI
● Netral
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) mengajukan proposal aturan baru yang mengatur cara penasihat investasi serta dana yang diatur dapat menyimpan aset kripto. Ketua SEC Paul Atkins menyatakan, usulan ini ditujukan untuk menghapus area abu-abu dalam ketentuan yang berlaku, sehingga perusahaan investasi memiliki pedoman yang lebih jelas dan patuh aturan saat memegang aset kripto.
Menurut SEC, proposal yang diumumkan hari ini akan memperjelas kewajiban pencatatan, pengungkapan kepada publik, serta persyaratan pengawasan yang harus dipenuhi penasihat investasi dan dana ketika menyimpan aset kripto milik klien. Regulasi tersebut juga membuka ruang bagi penyimpanan aset kripto melalui kustodi sendiri dalam kondisi tertentu, serta mengizinkan perusahaan perwalian (trust company) yang mendapat otorisasi negara bagian untuk digunakan sebagai kustodian.
Atkins menekankan bahwa tujuan utama aturan kustodian saat ini adalah melindungi aset investor dari risiko kehilangan, pencurian, penyalahgunaan, dan penggelapan. Ia menilai kerangka yang ada banyak dirancang untuk aset keuangan tradisional sehingga belum memadai untuk kebutuhan pasar kripto yang berkembang cepat. Atkins mencatat, sejak kemunculan Bitcoin, pasar kripto telah berubah menjadi kelas aset bernilai triliunan dolar AS, sementara regulasi belum mampu mengimbangi laju pertumbuhan tersebut.
SEC juga menyebut usulan baru ini ingin menjawab tantangan ketersediaan kustodian pihak ketiga yang sesuai, terutama untuk aset kripto yang baru dikembangkan. Proses menemukan kustodian yang memenuhi syarat dilaporkan bisa memakan waktu berbulan-bulan.
Ruang lingkupnya tidak terbatas pada kustodi kripto. SEC turut berencana memodernisasi sejumlah ketentuan kustodian yang dinilai sudah usang di bawah Investment Advisers Act dan Investment Company Act of 1940. Aturan baru ini ditujukan untuk menetapkan standar pencatatan, audit, dan kustodi yang selaras dengan praktik industri saat ini.
Proposal regulasi SEC akan dibuka untuk konsultasi publik selama 60 hari. Setelah menilai masukan yang masuk, Komisi akan menentukan versi final aturan tersebut.
Langkah ini melanjutkan rangkaian kebijakan regulasi SEC terhadap sektor kripto di bawah kepemimpinan Atkins. Sebelumnya, SEC telah menerbitkan pernyataan mengenai sekuritas yang ditokenisasi, memberikan pandangan soal aset kripto mana yang dapat dikategorikan sebagai sekuritas, serta mengajukan paket aturan baru bernama "Regulation Crypto Assets" pada Agustus. Pada September, SEC juga mengumumkan regulasi "Innovation Exemption" yang ditujukan untuk memfasilitasi perdagangan on-chain atas saham yang ditokenisasi dalam kondisi tertentu. Proposal "Regulation Crypto Assets" yang diperkenalkan pada Agustus juga bertujuan menciptakan kerangka penerbitan sekuritas khusus untuk kontrak investasi aset kripto tertentu.
*Ini bukan saran investasi. Lanjut membaca: Ketua SEC Ungkap Aturan Kripto Baru