Protokol DeFi Ethereum Term Finance Kena Serangan Tata Kelola, Rugi US$8,5 Juta

Ringkasan Pasar AI
Term Finance, sebuah protokol peminjaman DeFi di Ethereum, dilaporkan mengalami serangan tata kelola DAO senilai $8.5M setelah seorang pelaku mengakumulasi cukup token tata kelola untuk meloloskan proposal berbahaya dan merebut kendali vault, menguras ~2.843 ETH plus USDC. Insiden ini memperkuat risiko eksploit dalam ekosistem Ethereum yang tetap tinggi, sebagaimana disorot oleh laporan kerugian kripto >$1B pada H1 2026, dengan Ethereum sebagai porsi terbesar, yang berpotensi membebani selera risiko DeFi dan likuiditas dalam jangka dekat.
Level dampak
● Sedang
Aset terdampak
ETH/USDT+1.57%
Wawasan AI · ETH/USDTWawasan AI
▼ Bearish
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
Insiden keamanan kembali menghantam industri kripto. Pada 23 Agustus, Term Finance, protokol pinjam-meminjam (lending & borrowing) berbasis Ethereum [ETH], dilaporkan diserang lewat celah pada mekanisme tata kelola DAO, bukan melalui bug smart contract. Menurut informasi yang beredar, pasokan token tata kelola Term yang benar-benar likuid di pasar relatif kecil. Pelaku memanfaatkan kondisi itu dengan membeli porsi token yang cukup besar dengan biaya rendah hingga menguasai mayoritas suara. Setelah ambang persetujuan terpenuhi, pelaku mengajukan dan meloloskan proposal tata kelola berbahaya yang memberi akses kendali atas vault Term Finance—tempat aset pengguna disimpan. Sebelum menjalankan aksi, operasi ini disebut didanai 2 ETH yang bersumber dari Tornado Cash. Total dana yang tersedot diperkirakan sekitar US$8,5 juta dari jaringan Ethereum. Rinciannya, 2.843 ETH senilai US$6,87 juta serta 1,68 juta USDC dilaporkan terdampak. Aset tersebut kemudian ditukar menjadi sekitar 1,68 juta DAI. Laporan keamanan terbaru Blockaid mencatat bahwa pada paruh pertama 2026 (H1 2026), kerugian akibat pencurian dan penipuan kripto melampaui US$1 miliar. Ethereum menyumbang porsi terbesar, sekitar US$332 juta. Blockaid menilai kerugian di Ethereum banyak dipicu eksploitasi pada smart contract dan lapisan aplikasi, termasuk celah pada bridge, akun berprivilege, serta logika protokol. Tren ini sejalan dengan laporan AMBCrypto terkait peretasan VerusEthereum Bridge yang kembali terjadi pada Juli—serangan kedua yang menguras sekitar US$7,54 juta. Pada Mei, serangan serupa sebelumnya menyebabkan kerugian hampir US$11,58 juta. Berulangnya insiden memicu pertanyaan apakah celah awal benar-benar sudah ditutup tuntas. Di sisi pasar, harga Ethereum yang sempat diperdagangkan di sekitar US$4.000 pada pertengahan Januari turun ke US$2.412 pada saat penulisan. Berdasarkan data tahunan CoinGecko, ETH turun 48,9% dalam setahun, dipengaruhi rangkaian peretasan, ketidakpastian regulasi, tensi geopolitik, pemangkasan suku bunga The Fed, dan faktor lain. Ringkas: - Pelaku membeli token tata kelola dengan biaya rendah hingga menguasai mayoritas suara dan meloloskan proposal berbahaya. - Pada H1 2026, Ethereum menjadi kontributor terbesar dana hilang akibat penipuan kripto, sebesar sekitar US$332 juta.