Tether Bukukan Laba Operasional US$1,5 Miliar, Peredaran USDT Cetak Rekor US$184,6 Miliar

Ringkasan Pasar AI
Atestasi Tether untuk Q2 2026 menunjukkan laba operasional sekitar ~$1.5B, rekor suplai USDT sebesar $184.6B, dan surplus cadangan sebesar $4.11B, dengan pendapatan sebagian besar didorong oleh U.S. Treasuries dan repo. Berkurangnya eksposur pinjaman beragun dan meningkatnya kepemilikan emas fisik memperkuat persepsi kualitas cadangan. Basis pengguna 650M+ menegaskan adopsi yang berkelanjutan, mendukung kondisi likuiditas stablecoin yang secara tidak langsung dapat menopang fungsi pasar kripto yang lebih luas.
Level dampak
● Sedang
Aset terdampak
BTC/USDT-1.10%
Wawasan AI · BTC/USDTWawasan AI
▲ Bullish
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
Tether merilis laporan attestation kuartal II 2026 pada 30 Juni yang menunjukkan laba operasional bersih sebesar US$1,5 miliar, seiring peredaran USDT mencapai level tertinggi sepanjang masa. Dalam laporan tersebut, Tether menyebut jumlah pasokan USDT mencapai sekitar US$184,6 miliar pada akhir kuartal. Tether menyatakan attestation kuartalan itu disusun oleh BDO dan mengonfirmasi angka keuangan serta laporan cadangan perusahaan. CEO Paolo Ardoino juga menyampaikan basis pengguna USDT telah melampaui 650 juta, didorong adopsi yang berlanjut di pasar negara berkembang. **Cadangan naik, pasokan USDT bertambah** Pada akhir kuartal II, penerbitan USDT disebut berada sekitar US$446 juta lebih tinggi dibanding kuartal sebelumnya, meski pasar stablecoin secara keseluruhan dilaporkan melemah. Tether mengatakan USDT menyumbang lebih dari 60% pangsa pasar stablecoin selama periode tersebut. Tether melaporkan total aset sebesar US$187,75 miliar dan total liabilitas US$183,64 miliar. Dari angka liabilitas itu, token digital yang diterbitkan mencapai sekitar US$183,62 miliar. Dengan demikian, aset melampaui liabilitas sekitar US$4,11 miliar pada akhir Juni. **Treasury jadi kontributor utama kinerja kuartalan** Tether menegaskan cadangannya tetap bertumpu pada aset likuid berkualitas tinggi berjangka pendek. Kepemilikan U.S. Treasuries dan operasi repo disebut menjadi sumber utama laba operasional kuartalan sebesar US$1,5 miliar. Perusahaan juga memangkas eksposur pinjaman beragunan sekitar US$2,38 miliar atau turun 15%. Di sisi lain, Tether menambah kepemilikan emas fisik sebanyak 14 ton sehingga totalnya melampaui 146 ton. Menurut Ardoino, aset cadangan menghadapi volatilitas pasar yang signifikan sepanjang kuartal. Ia menegaskan USDT tetap didukung penuh (fully backed) dan cadangan terus berada di atas liabilitas selama periode pelaporan. **Jumlah pengguna tembus 650 juta** Ardoino menyebut basis pengguna global Tether telah melebihi 650 juta, dengan pertumbuhan kuat di pasar negara berkembang. Ia juga mengatakan lebih dari 30 juta pengguna baru bergabung selama kuartal tersebut. Tether menambahkan perusahaan tetap termasuk salah satu pembeli dan pemegang U.S. Treasuries terbesar di dunia. Proses audit Big Four disebut masih berjalan bersamaan dengan pengembangan infrastruktur keuangan dan teknologi yang lebih luas. Struktur cadangan dinyatakan tetap difokuskan untuk mendukung penebusan (redemption) di berbagai kondisi pasar sekaligus menjaga likuiditas jangka pendek.