Kinerja Tether Kuartal II Melemah, Cadangan Berlebih Susut Lebih dari US$4 Miliar
Ringkasan Pasar AI
Laporan Q2 Tether menunjukkan cadangan berlebih turun sebesar $4.1B menjadi $4.1B dan perusahaan mencatat rugi bersih semester pertama sebesar $3.2B, yang mengindikasikan pergeseran besar pada Q2 dibandingkan profitabilitas Q1. Penyangga modal yang lebih tipis dapat meningkatkan persepsi risiko kredit/likuiditas stablecoin, berpotensi memperketat on/off-ramp USDT dan meningkatkan premi risiko di seluruh pasar kripto. Pengungkapan tersebut dapat membebani positioning dan kondisi pendanaan dalam jangka dekat.
Level dampak
● Tinggi
Aset terdampak
BTC/USDT-2.87%
Wawasan AI · BTC/USDTWawasan AI
▼ Bearish
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
Odaily Planet Daily melaporkan, Tether merilis laporan keuangan pada Jumat yang menyebutkan cadangan berlebih (excess reserves) pada kuartal II turun US$4,1 miliar dibanding kuartal sebelumnya, hampir terpangkas setengah.
Pada akhir kuartal I, penerbit USDT itu menyatakan total aset melebihi liabilitas sebesar US$8,2 miliar. Data terbaru menunjukkan selisih tersebut menyusut menjadi US$4,1 miliar.
Laporan yang sama mencatat Tether membukukan rugi bersih US$3,2 miliar sepanjang semester pertama tahun ini. Mengingat perusahaan melaporkan laba bersih US$1 miliar pada kuartal I, angka tersebut mengindikasikan potensi rugi lebih dari US$4 miliar pada kuartal II.
Dibanding periode yang sama tahun lalu, kinerja Tether juga melemah tajam. Perusahaan melaporkan laba bersih US$4,9 miliar pada kuartal II 2025, sementara untuk kuartal II tahun ini laba operasi bersih tercatat US$1,5 miliar. Laba operasi bersih umumnya mengecualikan keuntungan atau kerugian belum terealisasi akibat fluktuasi harga aset seperti Bitcoin dan emas.