Arus Masuk ETF Bitcoin Hampir US$1 Miliar Saat BTC Tembus US$87.000
Ringkasan Pasar AI
ETF Bitcoin spot AS mencatat arus masuk bersih sekitar ~$998.95M, menjadi penerimaan harian terkuat dalam ~11 bulan, memperkuat permintaan institusional saat BTC menembus resistensi teknikal utama dan sempat melampaui $87K. Likuidasi posisi short besar (~$844M) memperkuat pergerakan tersebut, menandakan pergeseran momentum yang didorong squeeze. ETF Ether juga membukukan arus masuk kuat (~$269.98M), mengindikasikan alokasi yang lebih luas ke instrumen kripto teregulasi dan mendukung selera risiko jangka dekat.
Level dampak
● Tinggi
Aset terdampak
BTC/USDT+0.41%
Wawasan AI · BTC/USDTWawasan AI
▲ Bullish
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
ETF Bitcoin spot AS mencatat arus masuk bersih US$998,95 juta pada Senin, menjadi inflow harian terbesar dalam 11 bulan. Dorongan permintaan institusional itu mengangkat Bitcoin menembus US$87.000, sekaligus memperkuat sentimen risk-on di pasar kripto.
Data SoSoValue menunjukkan iShares Bitcoin Trust (IBIT) milik BlackRock memimpin dengan inflow US$381,4 juta. Ark dan 21Shares ARKB menyusul US$289,1 juta, diikuti Fidelity FBTC sebesar US$238,8 juta. Produk dari Grayscale, Bitwise, dan Morgan Stanley juga membukukan arus positif. Secara total, ini merupakan inflow harian terbesar sejak 6 Oktober 2025, ketika dana-dana tersebut menarik sekitar US$1,2 miliar.
Minat pada produk teregulasi juga terlihat pada ETF Ether spot. Instrumen ini membukukan inflow bersih US$269,98 juta, tertinggi sejak 7 Oktober 2025. Ether naik 2,5% dan diperdagangkan di sekitar US$2.730.
Di pasar spot, Bitcoin menguat 4,7% dalam 24 jam dan pada Selasa pagi diperdagangkan di kisaran US$85.400, setelah sempat menyentuh sekitar US$87.300 pada Senin. Level itu menjadi yang tertinggi sejak Januari 2026 dan mengonfirmasi penembusan area resistensi yang sebelumnya menahan pemulihan.
Analis Presto Research, Min Jung, menilai reli didorong kombinasi meningkatnya selera risiko, permintaan ETF spot, serta penutupan posisi jual (short covering). Arus masuk ETF yang besar dinilai mempertegas sinyal bahwa investor institusional meningkatkan eksposur terhadap Bitcoin.
Tekanan tambahan datang dari likuidasi posisi derivatif. CoinGlass mencatat total likuidasi kripto mencapai US$1,06 miliar dalam 24 jam, termasuk US$844 juta dari posisi short. Likuidasi short mempercepat kenaikan saat BTC menembus level teknikal.
Kepala analis ViaBTC, Jeff Ko, mengaitkan penguatan dengan keberhasilan Bitcoin melewati US$82.000, yang sebelumnya menjadi batas atas pergerakan. Penembusan tersebut dinilai berpotensi menarik kembali strategi perdagangan sistematis, sementara pembelian institusional menopang sisi permintaan.
Dari sisi makro, COO BTSE Jeff Mei menyebut turunnya harga minyak dan meredanya imbal hasil Treasury sebagai faktor pendukung. Pertemuan Presiden Donald Trump dengan Presiden China Xi Jinping juga menjadi katalis tambahan bagi pasar. Funding rate yang positif dan open interest yang tetap tinggi menunjukkan pelaku pasar menambah eksposur long selama pemulihan.
Risiko tetap ada bila BTC gagal bertahan di atas US$85.000, karena penggunaan leverage dapat memperbesar volatilitas. Jika arus masuk ETF berlanjut, momentum penembusan berpeluang menguat. Sebaliknya, melemahnya permintaan institusional dapat membuka ruang tekanan jual kembali.