CFTC AS Minta Masukan Publik soal Kerangka Perdagangan Kripto CTX dan CAM
Ringkasan Pasar AI
CFTC membuka konsultasi selama 60 hari terkait usulan Regulasi CTX (transaksi komoditas kripto ritel berleverage/bermargin) dan Regulasi CAM (kategori pendaftaran bursa yang disesuaikan). Upaya ini menandakan momentum menuju perangkat aturan federal yang lebih jelas yang berfokus pada integritas pasar, konflik kepentingan, perlindungan kustodi, dan bukti cadangan untuk akun tercampur, sekaligus menegaskan keterbatasan tanpa mandat Kongres untuk pendaftaran bursa secara universal. Dampak jangka dekat kemungkinan terkonsentrasi pada venue yang melayani pasar AS dan ekspektasi kepatuhan.
Level dampak
● Sedang
Aset terdampak
BTC/USDT-4.14%
Wawasan AI · BTC/USDTWawasan AI
● Netral
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
CoinDesk melaporkan, Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas AS (CFTC) membuka konsultasi publik atas dua rancangan kerangka regulasi kripto—Regulation CTX dan Regulation CAM. Masukan tertulis diminta disampaikan dalam 60 hari sejak pengumuman dimuat di Federal Register, dan seluruh tanggapan akan dipublikasikan melalui situs Regulations.gov.
Fokus utama CTX adalah aturan untuk transaksi aset kripto ritel yang melibatkan margin, leverage, atau pembiayaan. CFTC menyebut jenis transaksi tersebut sebagai crypto asset transactions (CTX) dan menyatakan pemberitahuan ini merupakan notice of proposed rulemaking untuk membangun kerangka federal berdasarkan Section 2(c)(2)(D) dari Commodity Exchange Act. CFTC menegaskan masukan publik akan dipakai sebagai rujukan bagi langkah lanjutan, termasuk kemungkinan penyusunan aturan formal, bukan untuk langsung memberlakukan kerangka yang sepenuhnya final.
Regulation CAM, di sisi lain, akan membentuk kategori khusus aset kripto dalam sistem pendaftaran designated contract market (DCM) melalui subklas baru bernama crypto asset markets (CAM). Ketua CFTC Michael Selig menulis pada 5 Oktober bahwa Regulation Crypto Asset Transactions dan Regulation Crypto Asset Markets akan menetapkan persyaratan bagi bursa terdaftar yang menawarkan perdagangan kripto, serta menyediakan opsi pendaftaran federal bagi pelaku usaha yang ingin diawasi oleh satu regulator pasar federal.
Menurut Selig, bursa yang bergabung dalam kerangka ini dapat menawarkan fitur perdagangan kripto ritel dengan margin, leverage, atau pembiayaan—aktivitas yang ia bedakan dari perdagangan spot standar di platform berlisensi negara bagian. Ia juga menilai hanya Kongres yang dapat mewajibkan seluruh bursa kripto untuk mendaftar. "Tanpa tindakan Kongres, kami tidak memiliki kewenangan untuk memaksakan persyaratan tersebut," tulisnya. Ia menambahkan, aturan yang dibuat lembaga dapat menutup sebagian celah struktur pasar kripto, tetapi tidak bisa selamanya menggantikan kerangka yang ditetapkan Kongres.
Selig menyoroti perbedaan antara aturan perdagangan federal dan hukum pengiriman uang (money transmission) tingkat negara bagian yang dinilainya tidak seragam dan awalnya dirancang untuk layanan pembayaran. Aturan federal, menurutnya, lebih menekankan pencegahan manipulasi pasar, konflik kepentingan, keteraturan pasar, serta perlindungan dana nasabah. Ia mencontohkan FTX, dengan menyebut pendirinya diduga menyalahgunakan sekitar US$8 miliar dana pelanggan. Selig membandingkan entitas lepas pantai dan entitas yang diatur negara bagian yang akhirnya bangkrut dengan anak usaha FTX yang terdaftar di CFTC, seraya menyatakan aset pelanggan pada entitas terakhir tetap terpisah dan aman.
Dalam Blockchain Regulation Symposium di Fordham University School of Law pada 5 Oktober, Selig memaparkan jalur pendaftaran bagi platform perdagangan. Bursa yang terdaftar sebagai DCM dapat diizinkan melakukan perdagangan CTX melalui aturan yang disesuaikan. Perusahaan yang hanya ingin menawarkan CTX dapat mengajukan pendaftaran DCM standar atau memilih kategori baru yang diusulkan, yakni CAM. Bursa CAM tetap harus memenuhi statutory core principles milik DCM, tetapi detail aturannya akan disesuaikan untuk karakteristik perdagangan kripto. Bursa yang menawarkan futures, options, atau swaps tetap berada dalam kerangka DCM yang sudah ada.
Selig juga menyinggung aspek perlindungan pencatatan token (listing safeguards). Ia menyebut distribusi token, kepemilikan yang terkonsentrasi, skema lockup, jadwal vesting, penerbitan terprogram, serta buyback sebagai faktor yang berkaitan dengan risiko manipulasi. Rancangan aturan turut memasukkan persyaratan proof-of-reserves bagi bursa yang menyimpan aset nasabah dalam rekening gabungan (commingled accounts).
Melalui konsultasi ini, CFTC meminta masukan tentang bagaimana kerangka nasional seharusnya mencegah praktik abusif di pasar kripto. Lembaga juga menanyakan jenis informasi spesifik kripto apa yang paling membantu pelaku pasar agar dapat mematuhi persyaratan CFTC. CFTC menyatakan, berdasarkan pengalaman pengawasan sejak 2014, pihaknya ingin memahami praktik yang telah luas diterima di industri dan dinilai dapat membantu pemenuhan kepatuhan. Bagian lain dari pemberitahuan tersebut menanyakan bagaimana subklas pendaftaran CAM sebaiknya dibentuk melalui rulemaking.
Inisiatif ini memasuki fase tinjauan administratif bulan lalu. Seperti dilaporkan crypto.news pada 18 September, CFTC menyerahkan kerangka tersebut ke White House Office of Information and Regulatory Affairs (OIRA) pada 17 September, dengan judul pengajuan "Regulation of Crypto Asset Transactions and Regulation of Crypto Asset Markets." OIRA, yang berada di bawah Office of Management and Budget (OMB), meninjau aksi regulasi yang signifikan sebelum dirilis.
Laporan sebelumnya pada 20 Agustus menyebut rencana aturan kripto CFTC berpotensi berjalan dengan kewenangan yang sudah dimiliki, meski legislator gagal mengesahkan undang-undang struktur pasar. Laporan itu membedakan kewenangan CFTC atas derivatif dan kewenangan penegakan terhadap pasar spot dari pengawasan komprehensif bursa spot yang diharapkan melalui CLARITY Act.
CLARITY Act sendiri gagal melaju di Senat. Dalam liputan pemungutan suara pada 16 September, disebutkan para senator menolak mosi untuk mengakhiri debat (invoke cloture) agar dapat melanjutkan pembahasan H.R. 3633 dengan hasil 49 suara mendukung dan 50 menolak. Mosi membutuhkan 60 suara untuk lolos, dan Senat tidak melakukan pemungutan suara atas pengesahan final. RUU tersebut semula bertujuan membagi kewenangan pengawasan aset digital antara U.S. Securities and Exchange Commission (SEC) dan CFTC, sekaligus membuka jalur pendaftaran bagi bursa, broker, dan dealer.
Pada 16 September, mantan Ketua CFTC J. Christopher Giancarlo mengatakan kepada jurnalis Eleanor Terrett bahwa kedua regulator dapat terus mendorong kerangka masing-masing berdasarkan kewenangan yang ada. Laporan yang sama menyebut French Hill, Ketua House Committee on Financial Services, dan Glenn Thompson, Ketua House Committee on Agriculture, mendukung regulator untuk bertindak berdasarkan hukum yang berlaku, tetapi menekankan hanya Kongres yang dapat memberi kepastian hukum jangka panjang. Laporan itu juga mencatat Senator Thom Tillis mengubah suaranya untuk menjaga kemungkinan pengajuan ulang, sehingga legislasi yang telah lolos di DPR tetap berada dalam agenda Senat.