Proyek Kripto Terkait Trump Disorot, Muncul Kekhawatiran Konflik Kepentingan dan Pembagian Keuntungan
Ringkasan Pasar AI
Laporan bahwa sebagian besar pembeli sekunder di TRUMP dan WLFI berada dalam posisi merugi dan kritik yang kembali mengemuka atas dugaan pengambilan keuntungan oleh orang dalam meningkatkan risiko reputasi dan regulasi seputar token yang terkait politik. Dorongan Senator Warren untuk membatasi partisipasi pejabat terpilih dalam proyek kripto menandakan potensi aturan yang lebih ketat yang menargetkan konflik kepentingan. Dalam jangka dekat, pengawasan dapat melemahkan selera risiko untuk memecoin selebritas/politik dan peluncuran serupa yang didorong ritel, dengan efek rambatan ke sentimen yang lebih luas tentang tata kelola dan pengungkapan.
Level dampak
● Sedang
Aset terdampak
WLFI/USDT-2.11%
Wawasan AI · WLFI/USDTWawasan AI
▼ Bearish
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
CoinDesk melaporkan, polemik seputar proyek kripto yang dikaitkan dengan Donald Trump kembali memanas. Mengutip data yang dirujuk The Wall Street Journal, sekitar dua pertiga dompet yang membeli memecoin Official Trump (TRUMP) kini berada dalam posisi rugi belum terealisasi. Di sisi lain, sekitar 85% pembeli pasar sekunder token World Liberty Financial (WLFI) juga masih mencatat kerugian.
Laporan tersebut menyebut sekitar 1,48 juta dompet berada dalam kondisi "underwater", dengan porsi kerugian belum terealisasi terkait token TRUMP. Investor Ross Gerber mengkritik usaha kripto Trump, menilai banyak investor ritel menanggung kerugian sementara pihak yang terlibat dalam proyek meraup keuntungan besar.
Meski begitu, jumlah dompet tidak sama dengan jumlah investor. Satu pengguna bisa mengendalikan banyak dompet, dan sebagian dompet dapat merupakan akun platform atau kustodian. Karena itu, data ini lebih mencerminkan sebaran kepemilikan dibanding hitungan pasti individu yang merugi.
Token TRUMP sendiri sudah turun tajam dari puncaknya. Setelah diluncurkan pada Januari 2025, TRUMP sempat menarik minat ritel besar dengan kapitalisasi pasar yang sebentar mendekati US$15 miliar. Sejak itu harga terus melemah; sejumlah laporan menyebut penurunan sekitar 97% dari puncak, sehingga kapitalisasi pasar menyusut ke kisaran US$404 juta. Volatilitas ekstrem ini kembali memicu perdebatan soal token yang menempel pada figur politik.
Sejumlah pengkritik menilai token dengan branding personal kuat cenderung menarik arus modal dalam jangka pendek, tetapi saat harga berbalik turun, pembeli di pasar sekunder sering menanggung kerugian paling besar.
Kekhawatiran konflik kepentingan di kalangan politisi AS juga mencuat lagi. Artikel tersebut menyebut Senator Elizabeth Warren mendorong aturan kripto yang lebih ketat, dengan fokus membatasi pejabat terpilih yang masih menjabat beserta keluarganya agar tidak memperoleh keuntungan langsung dari proyek aset digital. Ia menilai skema semacam itu membawa risiko konflik kepentingan yang jelas.
Media asing menilai sorotan kini meluas, tidak hanya pada fluktuasi harga satu token, tetapi juga pada pertanyaan apakah figur politik seharusnya terlibat dalam proyek kripto saat masih menjabat, serta apakah regulasi yang ada memadai untuk mengawasi potensi pengaturan kepentingan terkait. Seiring politik pemilu AS makin beririsan dengan industri kripto, proyek-proyek serupa diperkirakan akan menghadapi pengawasan yang lebih ketat.