user-avatar
Devdiscourse

Dolar melemah usai laporan tenaga kerja AS yang lesu; yen dan euro bereaksi

Ringkasan Pasar AI
Laporan ketenagakerjaan AS yang lebih lemah mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed dalam waktu dekat, menurunkan probabilitas langkah pada September dan mendorong imbal hasil Treasury lebih rendah. Pelemahan dolar secara luas yang terjadi kemudian mendorong indeks dolar menuju penurunan mingguan terbesar dalam 12 minggu, sementara EUR dan GBP menguat dan JPY bangkit. Pasar tetap sensitif terhadap potensi intervensi valas Jepang, sehingga risiko volatilitas tetap tinggi.
Level dampak
● Sedang
Aset terdampak
NCSIDXY2USD/USDT+0.10%
Wawasan AI · NCSIDXY2USD/USDTWawasan AI
● Netral
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
Laporan nonfarm payrolls AS yang melemah membuat pasar memangkas ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve pada September, dengan probabilitas turun dari 55% menjadi 35%. Indeks dolar mencatat penurunan mingguan terbesar dalam 12 pekan, sementara yen bangkit tajam dan mendapat ruang bernapas. Di tengah pelemahan dolar yang meluas, euro naik ke level tertinggi hampir dua pekan dan pound sterling juga menguat. Otoritas Kementerian Keuangan Jepang memperingatkan kemungkinan intervensi di pasar valas, menurut laporan tersebut.