user-avatar
The Tribune

IEA: Permintaan mineral kritis bakal melonjak hingga 2040, kesenjangan pasokan tembaga dan litium diperkirakan bertahan

Ringkasan Pasar AI
IEA memproyeksikan pertumbuhan permintaan mineral kritis yang kuat hingga 2040, yang membutuhkan lebih dari $750B investasi dalam penambangan dan pemurnian, dengan tembaga sebagai kebutuhan terbesar. Kesenjangan pasokan tembaga dan litium yang persisten hingga 2035 serta konsentrasi pemurnian yang tinggi (terutama di China) meningkatkan kerentanan rantai pasok dan risiko kemacetan. Ini memperkuat latar belakang yang secara struktural mendukung logam industri, khususnya tembaga, dalam jangka pendek hingga menengah.
Level dampak
● Sedang
Aset terdampak
NCCO724COPPER2USD/USDT+0.25%
Wawasan AI · NCCO724COPPER2USD/USDTWawasan AI
▲ Bullish
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
Laporan International Energy Agency (IEA) menyebut permintaan mineral kritis global diperkirakan naik tajam hingga 2040, didorong ekspansi kendaraan listrik, penyimpanan baterai, energi terbarukan, dan jaringan listrik. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, investasi lebih dari USD 750 billion dibutuhkan di sektor pertambangan dan pemurnian hingga 2040, dengan porsi terbesar pada tembaga sekitar USD 310 billion dan nikel USD 280 billion. Di bawah STEPS, permintaan litium diproyeksikan lebih dari tiga kali lipat pada 2040, sementara permintaan tembaga meningkat lebih dari 25 per cent atau bertambah sekitar 7 million tonnes. IEA juga memperkirakan kesenjangan pasokan untuk tembaga dan litium dapat berlanjut hingga 2035.