Saham Paytm turun 0,92% ke Rs 1.335,10 meski laba bersih Q1 FY26 melonjak 79% dan Citi naikkan target ke Rs 1.560
Ringkasan Pasar AI
Paytm melaporkan kinerja laba FY26 Q1 yang melampaui ekspektasi dengan pertumbuhan pendapatan yang lebih cepat, laba bersih yang jauh lebih tinggi, dan EBITDA di atas perkiraan, didukung oleh biaya cloud yang lebih rendah dan distribusi pinjaman yang lebih kuat. Namun, sahamnya melemah pada hari itu seiring pandangan broker yang beragam: Citi menaikkan targetnya berdasarkan potensi manfaat UPI MDR, sementara CLSA tetap bearish dengan alasan optimisme yang sudah tercermin dalam harga serta risiko biaya operasional yang lebih tinggi dan take rate yang lebih lemah.
Level dampak
● Rendah
Aset terdampak
NCFXNZD2USD/USDT-0.23%
Wawasan AI · NCFXNZD2USD/USDTWawasan AI
● Netral
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
Paytm (ONUS) merilis laporan keuangan kuartal I tahun fiskal 2026 dengan laba bersih naik 79% menjadi 220 miliar rupee, pendapatan tumbuh 28% menjadi 2.448 miliar rupee, dan EBITDA mencapai 200 miliar rupee, melampaui sebagian besar perkiraan. Meski demikian, sahamnya turun 0,92% pada hari yang sama. Citi mempertahankan rekomendasi “buy” dan menaikkan target harga menjadi 1.560 rupee, sementara CLSA tetap pada “underperform” dengan target 1.050 rupee. Perbedaan pandangan keduanya berfokus pada potensi dampak kebijakan merchant discount rate (MDR) untuk pedagang UPI serta keberlanjutan biaya operasional.